Peserta Demo Tewas, PMII Raden Intan: Adili Oknum Polisi Salahi SOP

infogeh.net, Bandar Lampung – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Raden Intan Cabang Bandar Lampung meminta penegak hukum mengadili oknum polisi terkait tewasnya Randi, seorang demonstran. Mahasiswa Universitas Halu Oleo itu meninggal saat berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis, 26/9/2019.

“Usut kematian Randi dan menghukum seadil-adilnya oknum aparat kepolisisan yang terbukti menyalahi standar operasional prosedur (SOP) dan menyebabkan Randi tewas,” kata Ketua PMII UIN Raden Intan Dedy Indra Prayoga melalui keterangan tertulisnya, malam ini.

Selain itu, Dedy juga mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa bagi mereka yang terluka dan meninggal dunia selama gelombang demonstrasi akhir-akhir ini. Kemudian, menuntut kepolisian menghentikan tindakan represif dan membebaskan para demonstran. Lalu, meminta kapolri menindak oknum polisi yang melakukan kekerasan terhadap para demonstran, dan menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat unutk bersatu merapatkan barisan.

“Gelombang protes yang dilakukan mahasiswa, pelajar, buruh, tani dan kelompok-kelompok termarjinalkan lainnya ditanggapi dengan aksi arogan anggota kepolisian. Berbagai aksi protes berakhir dengan tindakan represif aparat kepolisian. Sedikitnya 232 korban luka-luka, dan tiga orang lainnya kritis. Beberapa jurnalis juga mengalami intimidasi dan pemukulan,” ujarnya.

Ribuan orang dari berbagai elemen yang tergabung dalam Aliansi Lampung untuk Indonesia berunjuk rasa di kompleks DPRD Lampung, Selasa, 24/9/2019. Mereka menolak sejumlah peraturan yang dianggap bermasalah, antara lain Rancangan KUHP, RUU Minerba, dan RUU Pertanahan. Aksi tersebut merespons rencana pemerintah dan DPR yang hendak mengesahkan Rancangan KUHP.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.