Gabungan Komunitas Di Lampung Gelar Gerakan Seribu Pohon

infogeh.net, Bandar Lampung – Puluhan komunitas di Lampung menggelar Gerakan Seribu Pohon di Pasar 1000 Batoe, Sumber Agung, Kemiling, Sabtu dan Minggu 21-22 September 2019.

Gerakan bertemakan lingkungan yang diinisiasi oleh lebih dari dua puluh komunitas yang menaruh perhatian khusus dan peduli terhadap kondisi lingkungan terkini secara global, terutama di Indonesia.

Aksi ini melibatkan lebih dari 250 relawan yang tergabung dalam komunitas Lampung Sweeping Community, Rotaract Raden Intan, Green Generation Lampung, Semangat Hijau, HMB AQUILARIA ITERA, TurunTangan, Himasylva FP, WIBER Lampung, Movement Social Environment, FKTM Panjang, Iyale Lampung, DDV Lampung, Global Youth Indonesia, Image Unila, BEM FKIP UBL, Gajahlah Kebersihan, Kompas Lampung, Santri Pecinta Alam, Ruang Sosial, Janis Indonesia, ARSA Lampung, Wapala Smansa Pringsewu, dan Elephant Running Club, serta mengundang masyarakat umum untuk turut serta dalam gerakan.

Rizkia Meutia Putri, Project Director Gerakan Seribu Pohon, mengatakan bahwa gerakan ini mengampanyekan isu-isu lingkungan dalam menanggapi marine debris serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gerakan ini bertujuan menginspirasi dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan aksi nyata peduli lingkungan yang sederhana dan bisa dimulai dari diri sendiri, yang terbagi menjadi dua agenda utama.

“Seminar/Workshop dengan topik seminar Marine Debris oleh Gajahlah Kebersihan dan Workshop Eco-brick and Eco-Enzyme oleh Ruang Jingga Lampung. Lalu Launching Penanaman Pohon yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, PGE Ulubelu, perwakilan senator muda, yang didukung oleh ratusan relawan,” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa , “Setiap agenda ini dihadiri oleh masyarakat dari berbagai macam latar belakang dan juga usia, bahkan ada beberapa orang tua yang mengajak anaknya untuk hadir sambil mengedukasi mereka melalui media kampanye lingkungan yang kami buat.” Menurutnya hal tersebut terjadi karena permasalahan lingkungan bukan hanya tanggung jawab para pemerhati lingkungan saja, tapi setiap manusia. Selain itu, hadirin juga bisa menikmati kuliner gratis hanya dengan membawa botol minuman (tumbler) sembari mengelilingi pojok kreatif komunitas dan ditemani oleh penampilan akustik dari relawan (red)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.