infogeh.net, Gaya Hidup – “Aku ngerasa ada kecocokan sama kamu. Gimana kalau kita lebih dari sebatas teman?” | “Aku sayang sama kamu, kamu mau jadi pacar aku?” | “Kalau aku suka sama kamu, kamu suka gak sama aku?” | Setelah sekian lama dekat sama kamu, aku ngerasa nyaman. Will you be my girl?”

Kamu yang tengah dekat dengan seseorang, pastinya menunggu kalimat-kalimat tersebut di ucapkan kepadamu bukan? Terlebih jika sekian lama telah menjalin kedekatan. Kamu merasa nyaman dengannya. Dan merasa bahwa dia juga mempunyai rasa yang sama denganmu. Lalu kamu berharap agar dia menyatakan perasaannya kepadamu. Namun pada kenyataannya si-dia tak juga kunjung menyatakan perasaannya.

Lantas karena hal itu, timbul kegalauan dalam dirimu dan merasa bahwa tak enaknya menjadi wanita karena harus selalu saja menjadi orang yang menunggu dan menunggu? Kamu butuh ada kejelasan pada hubunganmu itu. Apakah hanya sebatas friendzone saja atau kah sebenarnya ada rasa yang tak biasa?

Hei nona! Bukankah pacaran itu hanya sebatas status? Bukankah menjalin komitmen itu lebih terkesan serius? Jika kamu diminta untuk memilih, berstatus pacaran atau berkomitmen untuk saling menjaga hati tanpa pacaran, manakah yang akan kamu pilih? Pacaran atau menjalin komitmen saja? Ataukah kamu ingin berstatus pacaran namun tetap saling berkomitmen satu sama lain?

Girls, kalau saja kamu pun ingin berkomitmen dengannya, kamu dan dia saling tahu perasaan satu sama lain, lantas kenapa harus ada kata pacaran pada hubungan kalian? Bukankah pacaran itu hanya status semata?

Coba deh lihat ada berapa banyak orang yang menjalin hubungan pacaran lalu putus hingga akhirnya seperti orang tak saling mengenal satu sama lain dalam jangka waktu yang cukup lama hingga akhirnya bisa menerima kenyataan. Tapi coba kamu bandingkan dengan mereka yang berkomitmen untuk saling menjaga hati tanpa adanya kata jadian dan putus dalam hubungan mereka.

Mungkin kamu pun bisa menilai bahwa mereka yang berkomitmen itu terkesan lebih serius dibandingkan mereka yang harus dan masih saja mengharapkan “status pacaran” di dalam sebuah hubungan.

Tapi sebagai wanita kan kami pun juga ingin ada kejelasan dalam hubungan. Tidak hanya menggantung dan tanpa kepastian seperti ini!

Girls, seiring bertambahnya usiamu. Semakin dewasanya kamu dalam berpikir, percayalah bahwa status pacaran bukan lagi hal yang kamu prioritaskan dalam sebuah hubungan. Melainkan komitmen untuk saling menjaga hati satu sama lain.

Komitmen untuk saling jujur dan percaya terhadap masing-masing. Komitmen untuk saling terbuka. Jadi jika itu sudah kalian jalin dan kalian tanamkan dalam hubungan, apakah menurutmu status pacaran itu masih saja jauh lebih penting dari pada sebuah komitmen?

Lah! Bukankah dengan berpacaran pun juga bisa untuk berkomitmen satu sama lain?
Memang betul dalam berpacaran kalian pun bisa berkomitmen. Tapi apa iya harus ada “status pacaran” dulu untuk bisa berkomitmen? Apakah untuk berkomitmen harus ada kata jadian? Rasa nya sih tidak juga. Jikalau komitmen lebih terkesan serius, kenapa harus ada kata pacaran yang belum tentu akan berakhir serius!

Artikel ini bersumber dan sudah diterbitkan terlebih dahulu di halaman resmi  bapermulu.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.