GAYUNG BERSAMBUT SUARA RAKYAT DIDAPAT

Oleh: Ricco Andreas

Undang-undanga 1945 hasil amandemen mengatakan bahwa: Kedaulatan ada ditangan Rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-undang dasar” pasal 1 ayat (1). Sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa “Kedaulatan berada ditangan Rakyat dan dilaksanakan menurut Undang Undang Dasar“. Makna dari  kedaulatan ditangan Rakyat ini ialah Rakyat memiliki kedaulatan, tanggungjawab,  hak dan kewajiban untuk secara demokratis memilih pemimpin yang akan  membentuk pemerintahan, guna mengurus dan melayani seluruh lapisan  masyarakat, serta memilih wakil-wakil rakyat untuk mengawasi jalannya pemerintahan.

Kontestasi politik pemilih sekarang ini, maka demokrasi yang di tawarkan bukan berada di tangan rakyat, hanya ditangan pemegang partai politik, yang dicalonkan pada kontestasi politik sudah ditentukan oleh partai politi yang ada. Kedaulatan berada ditangan rakyat, hanya tinggal pemikiran, seperti pemilih akan mengalami ujian hebat atas kedaulatan yang dimilikinya. ujiannya mampukah pemimpin yang ia pasrahkan, suaranya atau ia titipkan kepada pemimpin, akan ia dengarkan nantinya untuk kesejahtraan masyarakat luas atau golongan politiknya.  Nyatanya masyarakat saat ini banyak yang  suaranya dapat dibeli, dengan sejumlah uang, dengan kata lain saat ini adalah kontestasi politik uang “siapa yang banyak uang ia yang akan duduk di kursi pemimpin”.

Umumnya yang berperan dalam pemilu dan menjadi peserta pemilu adalah partai-partai politik. Partai politik yang menyalurkan aspirasi rakyat dan mengajukan calon-calon untuk dipilih oleh rakyat melalui pemilihan itu. Dalam ilmu politik dikenal bermacam-macam sistem pemilihan umum, akan tetapi umumnya berkisar pada dua prinsip pokok, yaitu: singel member constituency (satu daerah pemilihan memilih satu wakil, biasanya disebut sistem distrik). Multy member constituenty (satu daerah pemilihan memilih beberapa wakil; biasanya dinamakan proporsional representation atau sistem perwakilan berimbang).

Tawar menawar atas posisi pemilihan para kontestasi pemilu, jika terjadi dengan alasan “pragmatisme politik” maka mandat masyarakat yang diperjual belikan, tentu saja akan berdampak pada baik buruknya bagi kedaulatan pemilihan rakyat itu sendiri, apa lagi kedaulatan negara.

Bukan tidak mungkin mandat yang dititipkan masyarakat bisa diukur dengan uang yang sudah ia nikmati sebelum ia manjadi pemimpin, pada kontektasi politik. Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat hanya sebatas pengetahuan yang dinilai sebuah omong kosong, dalam jargonya di masyarakat, Nyatanya masih banyak masyarakat yang tutup mata menadah tangan.

Banyak masyarakat juga yang lebih memilih, tidak untuk memilih pemimpinnya, karena dirasa pemimpin yang sajikan dengan pencalonan dari partai politik para kandidatnya. masyarakat sudah tidak ada kepercayaan lagi kepada kandidat dalam kontekstasi pemilihan. Sebagai dasar masyarakat yang hilang kepercayaan “krisis kepercayaan” akan dititipkan kemana aspirasi masyarakat.

Pemilihan umum telah dianggap menjadi ukuran demokrasi karena rakyat dapat berpartisipasi menentukan sikapnya terhadap pemerintahan dan negaranya. Pemilihan umum adalah suatu hal yang penting dalam kehidupan kenegaraan. Pemilu adalah pengejewantahan sistem demokrasi, melalui pemilihan umum rakyat memilih wakilnya untuk duduk dalam parlemen, dan dalam struktur pemerintahan. Ada negara yang menyelenggarakan pemilihan umum hanya apabila memilih wakil rakyat duduk dalam parlemen, akan tetapi adapula negara yang juga menyelenggarakan pemilihan umum untuk memilih para pejabat tinggi negara

Badan Pengawas Pemilu yang dilakukan oleh panitia pengawas pemilu hanya memberikan efek sementara kepada calon kontektasi politik di negeri ini. dan pengawasannya mengenai politik uang cukup sedikit yang terlihat, dan banyak yang tak terlihat ini menjadi PR buat kita semua, agar demokrasi bisa berjalan dengan baik dan menjadi suatu sarana penyalur aspirasi masyarakat bukan penyalur pejabat korup “pejabat yang terjerat korupsi ditengah jalan”.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.