Lampung Tengah Optimis Jadi Swasembada Daging Nasional Hingga Eksport


Lamteng gerbangrepublik.com – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah bukan saja mewujudkan swasembada pangan akan tetapi terus kendorong percepatan swasembada daging dengan membentuk kampung ternak terpadu di Lampung Tengah.
PT. Indo Prima Beef Adijaya Lampung Tengah, merupakan salah satu perusahaan swasta yang bekerja sama dengan Pemkab setempat yang melakukan pelatihan dan pembinaan kepada peternak-peternak Sapi di seluruh kampung di Lamteng, sehingga bisa menjadi pembudidaya yang professional dan berkualitas.
Bupati Mustafa menilai, Lampung Tengah memiliki potensi yang sangat baik untuk budidaya ternak sapi. Ia bahkan optimis Lampung Tengah bisa menjadi lumbung daging yang mampu memenuhi kebutuhan daging secara nasional.
“Lampung Tengah memiliki SDM-SDM yang mumpuni di sector peternakan. Kita juga mempunyai lahan pertanian yang luas, sehingga kebutuhan pakan ternak Insya Allah terpenuhi. Jika ini kita kembangkan, mereka kita latih dan bina, saya percaya Lampung Tengah bisa swasembada daging, bahkan tidak menutup kemungkinan ekspor keluar negeri,” katanya. 
Pemerintah juga akan membantu dari sisi permodalan dengan menggandeng pihak perbankan, serta membentuk badan usaha milik kampung (BUMK) sedangkan pengelolaannya dengan mengalokasikan anggaran di APBD perubahan 2017. 
“Terkait perbankan, Pemkab siap bertanggung jawab untuk memberikan jaminan kepada peternak-peternak sapi yang ingin mengajukan pinjaman. Alokasi dana desa (ADD) juga bisa kami alokasikan untuk pengembangan ternak sapi. Intinya Pemkab siap support dari segala aspek termasuk pendanaan,” ujar Ketua Nasdem Lampung .
Ditargetkan setiap kampung bisa memelihara10 ekor sapi. Nantinya ini akan menjadi pilot project bagi peternak-peternak lainnya. Dengan total 311 kampung, diestimasikan akan menghasilkan sekitar 3 ribu sapi selaa. Jumlah ini diharapkan bisa menjawab permasalahan kebutuhan daging di Indonesia.
Program kampung ternak terpadu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung Tengah, khususnya peternak. Sector peternakan secara otomatis tidak hanya dikuasai corporate atau pemilik modal saja, tetapi juga peternak-peternak kecil.
“Ini adalah usaha yang sangat potensial. Harga daging sapi terus naik. Indonesia masih kurang stok daging sampai akhirnya impor. Jika peternak kita digerakkan lebih massif, saya percaya pengangguran di Lamteng akan berkurang dan kemandirian ekonomi akan tercipta,” tambahnya lagi .
Sedangkan Presiden Direktur PT. Indo Prima Beef Adijaya Lampung Tengah, drh. Nanang Purus Subendro menerangkan program kampung ternak diwujudkan dengan konsep kemitraan antara perusahaan dengan peternak yang disuport oleh Pemda.
Perusahaan selain memberikan pelatihan dan penyuluhan juga akan melakukan pendampingan hingga sapi siap panen. Saat ini, kata dia, Lampung Tengah sudah menjadi wilayah dengan peternakan sapi terbesar di Indonesia. Potensi ini jika dikembangkan ke peternak-peternak kecil, maka Lamteng akan menjadi pensuplay daging terbesar di Indonesia.
“Permasalahan utama peternak adalah modal. Tapi dengan adanya dukungan Pemda, mudah-mudahan modal sudah tidak menjadi masalah lagi bagi peternak. Saya optimis jika ini dijalankan dengan baik, dapat memutar perekonomian masyarakat Lamteng lebih baik,” pungkasnya.(rls)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.