Kembangkan Kain Tapis Pesawaran Gandeng Bank Indonesia


gerbangrepublik.com – Pemerintah Kabupaten Pesawaran melakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama dengan perwakilan Bank Indonesia ( BI ) Provinsi Lampung serta Kamar Dagang Indonesia ( kadin ) tentang pengembangan Usaha Mikro Kridit Menengah ( UMKM ) unggulan Tapis Pesawaran .
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona setelah menandatangani kesepakatan kerja sama, meminta masyarakat untuk terus melakukan kaderisasi terhadap proses pembuatan kain tapis di Kabupaten Pesawaran.
“Saya mau, generasi muda kita agar terus diberikan ilmu tata cara pembuatan kain tapis agar budaya kita ini tidak mudah tergerus zaman,” tegasnya di Gedung Serba Guna Kecamatan Negeri Katon Rabu ( 25/1).
Menurutnya, selama ini Kecamatan Negeri Katon sebagai salah satu produsen kain tapis yang ada di Kabupaten Pesawaran, namun, belum dikenal.
“Sekilas, Negeri Katon ini hanya dikenal sebagai Kecamatan tua, tapi masih banyak orang yang tidak tahu bahwa Negeri Katon ini adalah salah satu daerah penghasil kain tapis Lampung,” tambahnya.
Kendati demikian, dikatakannya, apa yang telah dihasilkan oleh masyarakat Negeri Katon tidak sebanding dengan karya yang telah diperbuat. “Saya ini merasa bangga dengan ibu-ibu yang ada disini, karena telah mau mendedikasikan dirinya untuk menenun tapis, tapi saya juga sedikit menyayangkan jika hasil karya kain tapisnya hanya dibeli Rp200 ribu saja, akan tetapi begitu sudah masuk butik dan outlet harganya bisa jutaan rupiah,” katanya.
Atas dasar ini Bupati Dendi Ramadhona akhirnya berinisiatif untuk menggandeng sejumlah pihak untuk dapat bersinergi guna meningkatkan kesejahteraan pengrajin tapis asal Kabupaten Pesawaran.
“Memang saya sebelumnya sudah menghadap dengan Ketua Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung dan telah berkoordinasi dengan Kadin Lampung, agar mendapatkan solusi mengenai peningkatan kesejahteraan pengrajin tapis kita. Dan alhamdulillah ini merupakan langkah awal kita untuk meraih apa yang telah kita cita-citakan,” sebutnya.
Dijelaskannya, Kecamatan Negeri Katon juga telah masuk dalam salah satu program pemerintah pusat untuk dapat mengembangkan potensi kain tapis Kabupaten Pesawaran. “Beberapa waktu lalu, Negeri Katon telah mengikuti program IKKON melalu Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI untuk mengembangkan kain tapis Pesawaran. Dan hasilnya juga tidak kalah dengan para desainer dari Jakarta,” jelasnya.
Oleh sebab itu, ia mengharapkan agar kedepan para pengrajin kain tapis asal Kabupaten Pesawaran dapat menjadikan kain tapis bukan hanya sekedar menjaga adat budaya melainkan mampu menjadi penyangga ekonomi.
Sementara itu, Ketua Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Arif Hartawan menuturkan bahwa, pihaknya sangat mendukung adanya kegiatan seperti ini, terutama dalam hal meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif. “Saya ini punya sejarah di Lampung ini, saya pernah kuliah disini dan istri saya pun orang Lampung, makanya banyak orang bicara tapis, tapi saya baru tahu dari pak Bupati kalau disini (Kecamatan Negeri Katon) adalah salah satu sentra penghasil tapis,” tuturnya.
Ia pun menandaskan bahwa hal ini merupakan langkah awal yang baik dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif. “Kedepan kita ingin menjalin kerja sama yang lebih, khususnya dalam sektor pariwisata. Apalagi saat ini Pahawang sudah cukup dikenal publik, bahkan saya sudah sering ditanyakan sama teman di Jakarta tentang Pahawang, nah ini saya ingin kedepan sarana dan prasarana di Pahawang untuk dilengkapi agar para wisatawan yang datang tidak merasa kapok setelah datang ke Pahawang,” tandasnya. (Ery)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.