Ketua PWI Lampung Supriadi, Ancam Baikot Pemberitaan Bupati Lamsel

gerbangrepublik.com – Terkait ucapan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan kepada Ketua PWI Lampung Selatan Jumat 20 Januari kemarin  terkesan arogan, sehingga  Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung, Supriyadi Alfian  angkat Bicara.

” saya sangat sesalkan kalau memang itu pembicaraan seorang Bupati kepada awak media, kalau memang itu benar, saya himbau kepada media untuk tidak mempublikasikan pemberitaan terkait Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan ” tegasnya.

Di tambahkan Supriyadi Alfian , menurutnya pernyataan seperti itu terkesan tidak layak untuk dilontarkan oleh orang nomor satu di Lampung Selatan yang merupakan figur publik.

”   apakah dia marah terkait dengan rencana pelaksanaan Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Lampung Selatan, atau dia marah terkait dengan pemberitaan rekan-rekan wartawan tolong jangan di campur adukkan dengan organisasi,  PWI itukan organisasi profesi yang berdiri sendiri, biarkan saja berjalan sesuai dengan aturan organisasi itu.” Ujar Supriyadi melalui sambungan telfon, Sabtu (21/1) Sore. Pukul 18.11 wib kepada gerbangrepublik.com.

Di tambahkan Supriadi,  apabila kemarahan itu terkait masalah pemberitaan di Lampung Selatan, seharusnya bisa dikomunikasikan terlebih dahulu dengan satker-satker terkait.

“Namun jika kemarahan bupati terkait berita, bisa dikomunikasikan dengan Satker terkait, misalnya Kominfo, Berita apa, kapan dan di media mana berita tersebut diterbitkan. Jika ada keberatan atas pemberitaan tersebut, Nara Sumber memiliki Hak Jawab dan itu bisa disampaikan kepada media yang memuat, bukannya marah-marah di Mesjid.” Tambahnya

Menurut Ketua PWI yang akrab di panggil Bang Yadi, tidak pada tempatnya seorang pemimpin sebuah Kabupaten Besar, marah didepan umum dengan persoalan yang belum jelas.

” apalagi marah di depan masjid , kan beliau ustad, kalau bicaranya baik – baik kan lebih mengena ” ujarnya singkat .

terpisah Ketua PWI Lampung Selatan Muslim, sebenarnya PWI tidak pernah ada masalah dengan Bupati, mungkin ini hanya mis komunikasi saja terhadap PWI.
” kami selama ini menganggap Bupati seperti orang tua sendiri, sehingga terkait dengan rencana konferwil ya kami laporkan kepada beliau, ternyata ada hal yang diluar dugaan, dan kami tidak merasa ada masalah, mungkin ini ada masalah miss komunikasi saja” ucapnya melalui telephone selulernya.

Selanjutnya masih menurut  Muslim, kami juga akan menunggu petunjuk dari PWI Provinsi langkah seperti apa yang akan kami lakukan terkait dengan organisasi ( red )

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.