Hindari Korban Kriminal, KUPT Pendidikan jangan Gunakan Perhiasan Menyolok

PESAWARAN (gerbangrepublik.com) Akibat ulah kawanan perampok seorang Guru Sekolah Dasar Negeri ( SDN ) 2 Gedung Tataan Purwanti Ningsih ( 53 ), kehilangan perhiasan senilai puluhan Juta Rupiah, hal ini di katakan Kepala Unit Pendidikan Tehnis ( KUPT ) Pendidikan Kecamatan Gedung Tataan Minggu ( 8/1).
Menurut KUPT Pendidikan Mualimin mengaku agak sedikit terkejut terkait dengan laporan Kepala Sekolah SDN setempat, pasalnya saat kejadian saya tidak berada di kantor.
” saya berkali – kali menghimbau kepada Guru untuk tidak menggunakan perhiasan yang menyolok saat mengajar, sehingga tidak memancing tindakan kriminal ” jelasnya.
Lebih lanjut masih ujar KUPT, saya juga bersyukur kepada korban , pasalnya meski musibah melanda yang bersangkutan tidak mengurangi rasa rasatanggung jawabnya untuk tetap masuk kelas esok harinya .
” kejadianya kan Jumat saat hendak menghadang angkot, ternyata besoknya bu guru yang terkenal dengan rajinnya tetap mengajar, saya punya keyakinan bu Ningsih iklas dalam peristiwa yang dialami ” tambahnya.
Untuk di ketahui, terkait adanya dugaan perampokan terhadap salah seorang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Jumat (6/1/2017) menurut Kepala Sekolah yang di sampaikan melalui Hand Phone ,telah di laporkan dengan Polsek Natar .
Melalui Kepala Sekolah Mualimin menjelaskan, peristiwa tersebut berawal saat Purwanti hendak pulang ke rumah usai mengajar di SDN 2 Gedongtataan, Pesawaran. Ketika itu, korban menunggu angkutan umum menuju wilayah Gadingrejo, Pringsewu. Namun, tiba-tiba dirinya dihampiri mobil yang ditumpangi empat pria.
” lagi menunggu angkot tiba-tiba ada mobil Innova warna silver datang mendekati saya. Lalu salah satu pelaku bilang kepada saya kalau keempat orang itu adalah teman suami saya. Tapi saya sendiri tidak mengenal mereka,” ujar KUPT menirukan Laporan Kepala Sekolah SDN 2 Gedung Tataan.
Kemudian, pelaku meminta agar dirinya masuk mobil untuk diantarkan pulang. Saat itu, korban sempat menolak karena tidak percaya atas perkataan pelaku dan tidak mengenal seluruh sosok pria tersebut. Para pelaku pun memaksa dan mengancam korban agar masuk mobil.
“Setelah di dalam mobil itu, purwanti diajak keliling-keliling dan di dalam mobil itu pelaku langsung mengambil cincin yang saya pakai seberat 20 gram, uang Rp500 ribu, dan satu handphone yang saya simpan di dalam tas. Setelah itu baru saya diturunkan daerah Branti, Natar, Lampung Selatan,” sambung Mualimin ( Red )

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.