Buron Tiga Tahun, Oknum KUPT Dinas PU Ditangkap

Pesawaran ( Gerbangrepublik.com ) Setelah menghilang selama tiga tahun Darwin (52)  –  oknum PNS dinas Pekerjaan Umum (PU), Kabupaten Pesawaran sebagai Kepala unit pelaksana tekhnis (UPT) Kecamatan Waykhilau, diringkus Polisi Sektor Gedung Tataan saat berada di Kantor Dinas PU, Selasa (3/1) sekitar pukul 14.00.
Kepada awak media Kapolsek Kompol Bunyamin mengatakan, pelaku merupakan yang bersetatus Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) bertempat tinggal di Desa Jatimulyo Kecamatan Jati agung Lampung Selatan.Pelaku ditangkap karena diduga telah melakukan tindakan penipuan dan penggelapan.
“ penangkapan pelaku atas laporan Sunaryono, warga Desa Sungailangka, Kecamatan Gedongtataan, atas dugaan melakukan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp188 juta “ ujar Kapolsek .
Ditambahkan Kapolsek Kompol Bunyamin, semenjak dari 17 Januari 2013 korban telah melaporkan kepada pihak berwajib, untuk kedua kalinya korban Sunaryono, kembali melaporkan  pada 13 April 2014. Jadi pelaku memang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2014 lalu.
Melalui Telephone Seluler Mantan Kasubag Pegawai Dinas PU Pesawaran, Firdauzi membenarkan penangkapan terhadap Darwin yang menjabat sebagai kepala UPT Dinas PU di kecamatan Waykhilau, yang ditangkap aparat kepolisian sektor Gedong tataan dari Kantor Dinas PU beberapa waktu lalu.
“Ya memang saya lihat beberapa waktu lalu, Darwin datang ke kantor PU, dan kemungkinan memang sudah ditunggu, lalu polisi datang dan langsung menangkap pelaku,” katanya.
Firdauzi juga mengatakan, bahwa saat ini Darwin, sudah tidak menjadi bagian pegawai Dinas PU Pesawaran. “Sekarang ini semua pegawai didinas PU belum terbentuk, jadi termasuk saya, Darwin bukan lagi pegawai PU Pesawaran. Karena dinas sudah dibagi menjadi dua, jadi susunan kepegawainnya belum tahu, dan sanksinya juga saya tidak bisa komentar banyak,” katanya.
Modus Janjikan Jadi Pegawai BPJS
Terpisah, korban penipuan dan penggelapan, Sunaryono menceritakan kejadianya bahwa, perkara penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh Darwin ini sudah lama terjadi. Kasus ini Katanya, dari tahun 2012 lalu, saat awalnya Darwin ini mengiming-imingi korbannya, untuk menjadi karyawan di Asuransi Kesehatan (Askes) yang sekarang menjadi BPJS.
“Saya disuruh cari 10 orang, untuk karyawan Askes, dengan gaji Rp2 juta per bulan. Dan perorangnya diminta uang dengan nilai yang berbeda, mulai dari Rp30 juta sampai Rp 40 juta,” kata Sunaryono.
Dana yang sudah terkumpul, lanjutnya, waktu itu ada sekitar tujuh orang dengan nilai sebesar Rp188 juta. Dan diberikan langsung ke Darwin sebagai syarat yang dimintanya, dan itu pun bersama dengan para korban untuk menyaksikannya langsung.
“Saya langsung kasih uangnya ke Darwin. Karena jika ada orang yang mau jadi karyawan, kasih uang syarat itu sama saya dan kemudian langsung saya kasih ke Darwin bersama orang-orang yang mau kerja ini. Dan kwitansinya pun jelas itu isinya titipan, kapan dibutuhkan korban, dapat diambil lagi,” katanya.
Dan semenjak itu, kata Dia, tersangka tidak pernah kelihatan dan susah ditemui. Jadi mereka merasa telah ditipu, lalu Darwin, melaporkan kasus itu ke Polsek Gedung Tataan, pada tahun 2013 dan tahun 2014, karena dia (Darwin) menghilang.
“Saya dua kali lapor, dan baru ditangkap kemarin itu. Kami merasa dirugikan, karena Darwin menghilang dan tidak bisa ditemui, dan kami menuntut agar uang titipan tersebut dikembalikan,” katanya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.