Apel Nusantara, Dendi Ramadhona: Perbedaan Jangn Membuat Kita Digoyang

Pesawaran, (SNC): Apel Nusantara bertemakan Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia kita semua , Nhineka Tunggal Ika, yang di prakarsai oleh KOREM 043/GATAM dan KODIM 0421/Lampung Selatan di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Pesawaran, diapresiasi Bupati Kabupaten Pesawaran, Dendi Ramadhona.

Bupati mengatakan, ini adalah sebuah moment yang luar biasa, dan sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Acara ini sekaligus mengingatkan bahwa berkat perbedaan dengan satu tujuanlah menjadikan Indonesia kokoh dari ancaman negara asing.

“Perbedaan jangn membuat kita digoyang, perbedaan tidak bisa dipaksakan, tapi sama sama kita rasakan, atas perbedaaan suku dan ras ini sama sama kita kedepankan tolernsi untuk menciptakan suasana nyaman dinegara dan Kabupaten pesawaran,” ungkap Dendi. Rabu (30/11/2016)

Dendi menjelaskan, diakui atau tidak, sekarang ada perubahan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia sebagai dampak globalisasi dan kemajuan teknologi diberbagai bidang seperti komunikasi, informasi.

Perubahan ini sangat mempengaruhi terhadap aspek sosial yang mencakup tata nilai dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Utamanya pengaruh ini menyebabkan pergeseran nilai budaya dan kebiasaan yang selama ini dianut masyarakat dan menjadi identitas bangsa Indonesia. Karena itu masyarakat harus bersatu, tidak boleh terpecah agar keutuhan negara ini tetap terjaga, dan kuat dari pengaruh budaya luar.

“Saya harapkan kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan globalisasi yang dapat menghancurkan ketahanan masyarakat dan Negara kita. Saya selaku Pimpinan Daerah mengharapkan agar komukasi bersama TNI agar Keutuhan NKRI dapat terjaga dengan baik.” Jelasnya.

” saya mengajak seluruh Masyarakat belajar dari sejarah perjuangan bangsa untuk menatap masa depan. Saat ini, tantangan dan ancaman terhadap kedaulatan bangsa, sifatnya sudah multi dimensi. Ancaman dapat bersumber dari ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya.” Terang dia.

Lanjut Dendi, Seiring dengan itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk membangun kesadaran bersama bahwa kelangsungan hidup kita sebagai bangsa bukan tergantung pada kekuatan militer semata.

” Kelangsungan hidup kita sebagai bangsa adalah penjumlahan dari seluruh kekuatan rakyat. Dengan kekuatan rakyat semesta, maka bangsa ini akan mampu menghadapi segala jenis ancaman dan tantangan.” Tambahnya. (Aji)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.