Aprilani Yustin Ficardo Ajak 1.210.957 perempuan di Lampung Periksa Kesehatan

Bandar Lampung, (SNC): Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Aprilani Yustin Ficardo menerangkan, ada 1.210.957 perempuan berusia 30-50 tahun yang ada di Lampung harus memeriksakan dirinya dengan metode IVA. Yustin mengatakan, Kementrian Kesehatan menargetkan minimal setiap tahun bisa dilakukan deteksi dini sebesar 10% disetiap Provinsi atau sekitar 121.095 wanita untuk Provinsi Lampung.
Untuk itu Aprilani Yustin, yang pernah diberi anugrah 70 perempuan inspiratif Indonesia atas kepeduliannya terhadap Kanker Serviks ini mengajak agar para Ibu Guru juga turut memperhatikan kesehatannya, dan para Bapak Guru turut menyampaikannya kepada para istrinya tentang gerakan deteksi dini Kanker Payudara dan Serviks.
“Saya bangga organisasi perempuan di Lampung melakukan kampanye dan sosialisasi secara berkesinambungan, kita mulai dari diri sendiri, kita sentuh lapisan organisasi, narapidana wanita, dan tentu juga para Ibu guru yang cantik dan membanggakan harus ikut berpartisipasi mengecek dan mensosialisasikan.” Ajak Yustin. Kamis (24/11/2016).
Gerakan Nasional Pencegahan mulut leher rahim atau kanker serviks dimulai tahun lalu bertepatan dengan hari Kartini, ditandai dengan teleconfrence Ibu Negara dengan 10 TP PKK Provinsi terpilih termasuk provinsi Lampung.
Kala itu Aprilani Yustin didampingi ibu Nora Ryamizard Ryacudu perwakilan OASE (Organisasi Aksi Solidaritas Era) Kabinet Kerja berteleconfrence dengan Iriana Jokowi. Aprilani Yustin dan PKK Provinsi Lampung mendapatkan apresiasi Iriana saat itu karna meraih juara 1 jinggle IVA Nasional pada tahun lalu.
Pada Peringatan hari guru dan PGRI ke-71, Provinsi Lampung kembali terpilih menjadi 1 dari 10 provinsi yang ditinjau langsung oleh OASE Kabinet Kerja. Acara yang mengangkat tema “Pencanangan Gerakan Nasional, Pekan Pencegahan dan Deteksi Dini dengan IVA Test dan Sadanis Bagi Ibu Guru Indonesia.
” kali ini Aprilani Yustin Didampingi Istri Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Desa dan Daerah Tertinggal  Ibu Sri Mega Darmin dan Ibu Marifah serta rombongan OASE (Organisasi Aksi Solididaritas Era) Kabinet Kerja lainnya. (aji)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.